• 1

    Apr

    Ketika Ibu-Ibu Doyan Nulis ...

    “Ibu-ibu menulis?” itu reaksi beberapa orang. Di Celebes TV tadi pagi dan di sebuah stasiun televisi lokal lain di tahun lalu, saya mendapatkan reaksi terkejut bercampur dengan antusias. Semacam “excited” begitu. Ada yang bilang, ibu-ibu biasanya identik dengan “gosip”. Iyakah? :D Tapi yang ini berbeda, ibu-ibu bisa doyan nulis. Koq bisa?
    Read More
  • 30

    Mar

    Pelantikan Kepala Sekolah dilakukan di Tempat Sampah Raksasa

    Anti mainstream. Tadi pagi saya membaca berita yang diturunkan media online Makassar Terkini dot Com mengenai pelantikan  435 kepala sekolah tingkat SMA/SMK semakassar yang dilakukan di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Antang alias tempat sampah raksasa di kota ini. Menurut yang dilansir Makassar Terkini dot Com, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang, Kecamatan Manggala, Sakka Saleh, berharap pelantikan ratusan kepala sekolah di TPA memberi perubahan besar terhadap pandangan warga tentang sampah. Menurut Sakka, kepala sekolah yang sudah dilantik harus bisa memberikan pengetahuan kepada anak didiknya, bahwa sampah yang dibuang ternyata harus diolah lagi di
    Read More
  • 11

    Feb

    Ajari (Kami) Melihat Permasalahan dari Berbagai Sisi

    Tulisan ini dimuat di rubrik Mimbar Kita Harian Amanah, 9 Februari 2016. Saya tayangkan di sini sebagai dokumentasi. Pada sebuah acara dakwah di televisi, seorang perempuan mengadukan suami yang berbuat aniaya terhadap dirinya kepada seorang ustadzah. Namun jawaban sang ustadzah bagaikan petir, “Itu berarti ibu telah salah pilih suami! Seharusnya ibu tidak memilihnya sebagai suami!” Astaghfirullah. Apakah situasi bisa dikembalikan saat perempuan itu belum menikah lalu memutuskan tak memilih lelaki yang sekarang jadi suaminya?
    Read More
  • 29

    Jan

    Sampah, Persoalan Kita Semua

    Tulisan ini dimuat di rubrik Mimbar Kita Harian Amanah, 28 Januari 2016. Saya tayangkan di sini untuk dokumentasi pribadi Kota Makassar meraih Adipura pada bulan November tahun lalu, tentunya merupakan prestasi membanggakan yang patut disyukuri. Namun tentunya tidak berhenti sampai di situ saja. Masih banyak yang harus dibenahi, terutama dalam hal perilaku warga masyarakat dalam menjaga kebersihan. Di kota ini masih biasa terlihat orang membuang sampah di sembarang tempat. Bahkan di area yang ada tempat sampahnya pun, masih ada juga orang yang membuang sampah di sekitar tempat sampah, bukan di dalamnya.
    Read More
  • 11

    Jan

    Siapkah Jika Anak Termotivasi Lagu Dewasa?

    Tulisan ini dimuat di rubrik Mimbar Kita, Harian Amanah pada tanggal 9 Januari 2016. Saya tayangkan di sini untuk dokumentasi. “Aku mah apa atuh, cuma selingkuhan kamu,” bocah lelaki itu menyanyi penuh percaya diri dengan iringan organ. Tontonan itu saya saksikan sewaktu mengantar putri saya ke acara teman sekolahnya di sebuah gang kecil. Mata saya menatap bocah itu. Mulut saya ternganga. Asli ternganga dalam arti yang sebenarnya! Saya pernah beberapa kali mendengar anak kecil menyanyikan lagu dangdut dewasa. Bahkan pernah mendengar anak tetangga melontarkan kalimat yang seharusnya menggambarkan hubungan khusus suami-istri sembari bernyanyi. Tapi saya tetap saja tertegun kalau mendengar ada anak-anak yan
    Read More
  • 24

    Dec

    Setiap Ibu Berhak Bahagia

    Tulisan ini dimuat di Harian Amanah, rubrik Mimbar Kita pada 22 Desember 2015. Tulisan ini versi lengkapnya.   Hormon oxytocin menyebabkan munculnya rasa bahagia atau cinta. Pofessor Shelley Taylor, psikolog dan peneliti dari Universitas California, Los Angeles, UCLA, menemukan kaitan hormon oxytocin dalam hubungan antara bayi dan ibunya. Ketika menyusui, dalam tubuh ibu diproduksi oxytocin dalam jumlah besar. Begitu pula, dalam tubuh bayi, diproduksi hormon tersebut. Dengan demikian, interaksi antara ibu dan bayinya menjadi lebih intensif. Ibu dan bayi yang disusuinya dengan ASI, sama-sama memperoleh perasaan bahagia, kedekatan dan kemesraan.
    Read More
  • 22

    Dec

    Eat Lunch at Pepper Lunch

    Waktu acara Ranch Adventure beberapa waktu lalu, pihak Nestle sebagai pengundang memberikan voucher makan di Pepper Lunch di Mal Ratu Indah, Makassar. Batas waktunya hingga 31 Desember. Sayang kan kalau tidak dipergunakan. Maka pada tanggal 14 Desember kemarin, saya membawa Athifah dan Afyad ke sana. Rencananya sih mau bungkus, bawa pulang, dan makan di rumah. Namun katanya tidak boleh. Pemegang voucher harus makan di tempat. “Bagaimana, dong, saya cuma bawa dua anak kecil,” kata saya pada pegawai di balik meja kasir. “Ibu makan saja dulu di sini apa yang bisa dimakan, nanti sisanya
    Read More
  • 13

    Nov

    Siapapun Bisa Hidup Zuhud

    Tulisan ini dimuat di Harian Amanah tanggal 11 November 2015. Saya tayangkan di sini sebagai dokumentasi Dalam sebuah hadits riwayat Ibnu Majah, dikisahkan: Sahl bin Sa’ad berkata, seseorang datang kepada Nabi saw. dan berkata, “Ya Rasulullah, tunjukkanlah aku amal perbuatan yang apabila aku laksanakan disukai Allah dan disukai orang-orang.” Jawab Nabi, “Zuhudlah (tidak rakus dunia), niscaya dikasihi Allah. Dan zuhudlah (jangan tamak) dari hak orang, niscaya disukai manusia.” Hadits ini secata tak langsung menunjukkan bahwa siapa pun bisa hidup zuhud. Bukan hanya orang berkekurangan, melainkan juga orang yang banyak harta. Abdurrahman bin ‘Auf adalah contoh orang berharta yang mampu hidup zuhud. Contoh kedermawanannya adalah ketika menjelang perang Tabu
    Read More
  • 7

    Nov

    Merasa Sebagai Penderita Terhebat

    Tulisan ini dimuat di Harian Amanah, 6 November 2015. Sengaja saya tayangkan di sini, sebagai dokumentasi Alkisah, terjadi percakapan-percakapan ini: Ibu A: “Saya sakit kepala, Bu. Saya baru tidur jam 1 dini hari.”Ibu B: “Ibu masih mending, saya tadi jam 3 baru bisa baring itu pun tidak bisa tidur sampai subuh.”Ibu A: “Anak saya rewel, ia lagi tidek enak badan, saya harus menggendongnya terus semalaman.” Ibu B: “Itu tidak seberapa. Kalau saya, tidak bisa sama sekali!” Ibu C: “Aduh, saya tidak bisa lama menunduk, kepala saya pasti pusing.”Ibu D: “Sama, saya juga begitu, kalau lama menunduk, kepala saya pusing.”Ibu C: “Tapi Kamu kan masih muda, saya jauh lebih tua. Saya ini tidak bisa terlalu capek, kalau sudah ca
    Read More
  • 27

    Oct

    Suap ... Oh Suap

    Tulisan ini dimuat di rubrik Mimbar Kita Harian Amanah, tanggal 24 Oktober 2015. Di-posting di sini sebagai dokumentasi Kalau ada petinggi negara yang ditangkap karena kasus suap, spontan banyak yang menghujat. Karena bagi rakyat kebanyakan, amat tak pantas orang yang bekerja untuk kesejahteraan masyarakat justru mencari keuntungan pribadi.   Namun perbuatan suap bukan hanya menyangkut uang dalam jumlah besar. Definisi suap atau sogok adalah memberikan atau menjanjikan sesuatu kepada petugas (pegawai), dengan harapan mendapatkan kemudahan dalam suatu urusan.   Pada brosur yang dikeluarkan lembaga “Saya, Perempuan Anti Korup...
    Read More
- Next

Author

Mom Blogger | Penulis Freelance | Menyukai kompetisi menulis | Kontributor pada 4 blog pribadi dan beberapa website | Senang tantangan mengirimkan tulisan ke media cetak dan berkompetisi menulis

Search

Recent Post