• 22

    Mar

    5 Gaya Pusing Pala Ala Dija

    Selalu senang bertandang ke blog Dija. Oleh Mbak Elsa ibuk-nya Dija, blog http://princessdija.blogspot.com/ ditata dengan apik. Template-nya berkesan ceria dan hangat. Isinya tentang kegiatan dan perkembangan Dija. Saat baru berkunjung ke blog Dija, saya terharu membaca tulisan di bawah foto mendiang ibunda Dija, saya lupa berapa tahun yang lalu tepatnya. Mungkin dua atau bahkan 3 tahun lalu. Kalau tidak salah ingat sih, 3 tahun lalu waktu Dija baru berumur 2 tahun. Selalu saja saya senang melihat perkembangan Dija setiap kembali ke blog ini. Dari hari ke hari Dija makin cantik dan cerdas. Dija pun makin photogenic. Semua pose-nya, di mata saya bak model profesional saja. Entah ini bakat alami atau berkat keahlian Mbak Elsa dalam mengarahkan gaya Dija. Tidak terasa, little princess itu
    Read More
  • 4

    Mar

    Ngobrol dengan Blogger Kondang di Pantai Losari

    Bertemu blogger kondang itu rasanya sesuatu. Kalau bagi saya, seperti bertemu selebriti. Eh, benar lho, blogger kondang itu selebriti dunia maya, tepatnya di blogsphere alias jagad blogging:). Nah, karenanya saya excited ketika pada tanggal 23 Februari lalu Mak Shinta Ries mengabari sedang berada di Makassar dan menanyakan apakah kami bisa ketemuan, kalau saya sedang tak sibuk. Wiih senangnya dihubungi seorang Shinta Ries apalagi ketika kami akhirnya ditakdirkan bertemu di Pantai Losari! Tiba di Pantai Losari, saya langsung mengenali sosok seorang perempuan berjilbab pink yang bertatapan mata dengan saya. Perempuan itu sedang duduk sendiri, duduk di bagian tepi yang teduh di dekat tempat parkir. Kami sama-sama saling melempar senyum dan saling menyapa. Seperti sudah pernah bertemu saja pa
    Read More
  • 24

    Jan

    Chit Chat dengan Blogger Jakarta di Makassar

    Alhamdulillah kesampaian juga bertemu Mbak Ani Berta blogger kondang dari Jakarta ini. Mbak Ani sedang dalam perjalanan tugas-nya sebagai seorang blogger untuk sebuah perusahaan telekomunikasi. Keren sekali. Dari rumah, saya sudah mulai menyiapkan deretan pertanyaan yang saya akan tanyakan kepada Mbak Ani. Namun takdir berkata lain. Mbak Ani hanya punya waktu sedikit. Ups oke, saya yang terlambat. Lagi-lagi karena alasan urusan rumah tangga, saya datang terlambat ke Fort Rotterdam tempat di mana saya dan Mbak Ani janjian untuk bertemu. Mbak Ani mengabari bahwa jam 10 ia akan berada di Fort Rotterdam, saya baru datang pukul 10.30 lewat. Mbak Ani, seorang blogger aktif, Mas Matahari Timoer (MT), dan rombongan jurnalis yang berada di dalam proyek yang sama sedang berada di dalam Museum La
    Read More
  • 17

    Jan

    Promo Kok Melarang?

    Cara orang promo ada-ada saja. Baca di notifikasi Twitter ada yang mention promo ini: Hai kak,@Mugniar,Mengejar TOEFL Score diatas 550? Jangan baca ini http://on.fb.me/V5bOSY Langsung saja dalam hati saya jawab, “Baiklah, Saya tidak akan membukanya.” Jadi ingat beberapa tahun silam ketika seseorang hendak menukar uang kecil, dia bertanya kepada saya, “Tidak adakah uang kecil ta’?” Tanpa pikir panjang, saya langsung menjawab, “Tidak ada.” Akan berbeda reaksi saya kalau pertanyaannya model, “Ada uang kecil ta’?” Nah, kalau ditanya seperti itu, saya akan lebih leluasa mengingat-ingat dan mencari-cari uang kecil di dalam tas saya. Ketimbang ditanya dengan kalimat yang didahului kata “tidak”. Kalau kata “tidakR
    Read More
  • 29

    Dec

    Media Sosial: Bukan Sekadar Media

    Kalau bukan karena aktivitas menulis saya mungkin menganggap tidak ada gunanya terlibat dengan aktivitas di media sosial! Di awal tahun 2011, saya baru punya akun Facebook. Seorang kawan berkata, Niar, Facebook sudah mau tutup, Kau baru punya akun! *ha ha ha*. Soalnya waktu itu audisi menulis pertama yang saya ikuti mengharuskan pesertanya memiliki akun Facebook dan harus nge-tag dua orang PJ (penanggung jawab) audisi tersebut. Sebelumnya, saya sebenarnya sudah berniat tak hendak membuka akun Facebook karena ketika mengintip Beranda Facebook suami saya, banyak bertebaran status yang menurut saya tidak perlu dibagi kepada orang lain. Saya tidak melihat manfaatnya bagi saya. Makanya saya tidak merasa perlu membuka akun. Mungkin itu pemikiran yang dangkal ya karena saya belum mengetahui ka
    Read More
  • 26

    Dec

    Semangat Ngeblog Plus Rezeki di Blogdetik

    Saya adalah penduduk baru di Blogdetik walau saya sudah tahu Blogdetik sejak saya aktif (kembali) ngeblog pada awal tahun 2011 lalu. Waktu itu ada blogger di Blogdetik yang bersedia me-review blog saya dan menyarankan saya untuk membuka akun di Blogdetik. Saat itu saya mengatakan bahwa saya tak bisa. Bagaimana bisa. Menulis untuk satu blog, satu tulisan saja di kala itu saya merasa susahnya minta ampun. Jadi, mendingan blog yang ada saja dulu yang saya perhatikan. Kalau buka blog baru lagi, saya takut akan terbengkalai. Setelah itu, saya kembali bertemu Blogdetik karena tertarik dengan dua atau tiga kompetisi di Blogdetik. Salah satunya adalah Ngablogburit yang membolehkan peserta dari luar Blogdetik untuk berpartisipasi. Sumberk: Blogdetik Belum pernah ada satu pun kontes di Blogdetik
    Read More
  • 25

    Dec

    Pentingnya Domain Pribadi Sebagai Personal Branding

    Kita sering akrab dengan merek tertentu sebagai substitusi terhadap benda tertentu. Misalnya saja Aqua untuk air kemasan, Pepsodent untuk pasta gigi (sebelumnya dikenal sebagai “odol” yang juga brand), Softex untuk pembalut wanita, Pampers untuk popok sekali pakai, Tipp-ex untuk correction pen. Aneh sebenarnya tapi kemudian menjadi lazim karena branding dari merek-merek dagang ini begitu kuat. Maka ketika orang mencari barang maka yang tersebut sering kali terjadi secara otomatis adalah justru sebuah merek (brand), bukannya nama barangnya. Di zaman ini, istilah branding mengalami perkembangan. Bukan hanya terhadap barang tetapi juga terhadap diri perorangan, terutama yang bergelut dalam industri kreatif atau mereka yang bekerja mandiri. Sumber: www.linkedin.com Profesi s
    Read More
  • 15

    Dec

    The Ultimate Book Tag

    Program berantai yang bisa memaksa saya menulis itu asyik juga. Sudah beberapa kali saya mendapatkannya. Nah, kali ini saya mendapatkannya dari Mbak Kania Ningsih (terima kasih, ya Mbak Kania). Uniknya, yang ini dalam Bahasa Inggris sementara Bahasa Inggris saya sudah dalam taraf pas-pasan karena jaraaaang sekali dilatih. Hhhhhh (tarik napas panjang) Okeh, saya mencoba mengerjakannya. 1. Do you get sick while reading in the car? Kalau mobilnya sedang berjalan, saya pusing dan bisa mual. Tapi kalau mobilnya sedang diam, bisa saja :) 2. Which authors writing style is completely unique to you and why? Yang pertama kali saya menemukan gaya menulisnya unik adalah Hilman, sewaktu buku Lupus sedang booming-booming-nya. Karena cara bertuturnya yang kocak dan seenaknya. Kalau sekarang, saya puny
    Read More
  • 10

    Dec

    Buku Ukuran Kecil untuk Meningkatkan Minat Baca

    Makin sulit menemukan buku-buku yang ukurannya kecil di masa sekarang. Yang saya maksud adalah buku-buku yang ukurannya seperti saku celana atau yang lebih besar sedikit dari itu. Waktu zaman saya kuliah dulu (1992 1997), buku ukuran kecil banyak dijual di kampus, sangat terjangkau oleh kantong mahasiswa. Dulu ada yang harganya tiga ribuan rupiah satu eksemplarnya. Membacanya pun ringan, bisa sembari santai. Padahal materinya tidak termasuk ringan, semacam nonfiksi religius. Sekarang ukuran buku, utamanya nonfiksi selain buku-buku craft nyaris seragam. Ketebalannya pun nyaris seragam. Penerbit besar sekarang pun banyak yang mempersyaratkan penulis memasukkan naskah di atas 80 halaman kuarto. Untuk daerah Jabodetabek, harga buku di toko buku berbeda dengan harga buku yang beredar di lua
    Read More
  • 7

    Dec

    Ingin Bermanfaat? Menulislah!

    Bagi diri saya pribadi yang cenderung introvert dan sehari-harinya jarang keluar rumah, aktivitas menulis sangat menolong untuk menyuarakan isi hati dan pikiran saya, dan untuk lebih bermanfaat bagi orang lain. Melalui tulisan, saya bisa mengemukakan berbagai hal dengan lebih terstruktur, lebih terperinci, dan tidak terpotong oleh perkataan orang lain. Berbeda ketika berbicara, dengan mudah orang bisa menyela apa yang saya katakan sehingga tidak semua pokok pikiran yang ingin saya kemukakan bisa tersampaikan. Menulis juga membantu saya mengeluarkan beban pikiran dan perasaan sehingga saya bisa menjalani hari-hari dengan lebih tenang. Semacam refreshing, begitu. Sumber gambar: www.und.edu Ketika ada yang menanyakan, apa yang mendorong saya sehingga menekuni dunia menulis, saya mengatakan
    Read More
- Next

Author

Mom Blogger | Penulis Freelance | Menyukai kompetisi menulis | Kontributor pada 4 blog pribadi dan beberapa website | Senang tantangan mengirimkan tulisan ke media cetak dan berkompetisi menulis

Search

Recent Post