• 11

    Feb

    Ajari (Kami) Melihat Permasalahan dari Berbagai Sisi

    Tulisan ini dimuat di rubrik Mimbar Kita Harian Amanah, 9 Februari 2016. Saya tayangkan di sini sebagai dokumentasi. Pada sebuah acara dakwah di televisi, seorang perempuan mengadukan suami yang berbuat aniaya terhadap dirinya kepada seorang ustadzah. Namun jawaban sang ustadzah bagaikan petir, “Itu berarti ibu telah salah pilih suami! Seharusnya ibu tidak memilihnya sebagai suami!” Astaghfirullah. Apakah situasi bisa dikembalikan saat perempuan itu belum menikah lalu memutuskan tak memilih lelaki yang sekarang jadi suaminya? Pada acara televisi berbeda, dengan ustadzah yang lain seorang ibu bertanya, “Ada ibu-ibu yang tak mau gabung dengan pengajian kami di kompleks. Mereka bikin pengajian sendiri. Bagaimana itu?” Dengan telunjuk teracung, ustadzah menjawab, &ldqu
    Read More
  • 29

    Jan

    Sampah, Persoalan Kita Semua

    Tulisan ini dimuat di rubrik Mimbar Kita Harian Amanah, 28 Januari 2016. Saya tayangkan di sini untuk dokumentasi pribadi Kota Makassar meraih Adipura pada bulan November tahun lalu, tentunya merupakan prestasi membanggakan yang patut disyukuri. Namun tentunya tidak berhenti sampai di situ saja. Masih banyak yang harus dibenahi, terutama dalam hal perilaku warga masyarakat dalam menjaga kebersihan. Di kota ini masih biasa terlihat orang membuang sampah di sembarang tempat. Bahkan di area yang ada tempat sampahnya pun, masih ada juga orang yang membuang sampah di sekitar tempat sampah, bukan di dalamnya. Pada bulan Januari 2014 saja produksi sampah kota ini sudah 600 juta ton. Februari 2014 menjadi 800 juta ton. Volume sampah terus meningkat. Penduduk kota metropolitan ini sudah menc
    Read More
  • 11

    Jan

    Siapkah Jika Anak Termotivasi Lagu Dewasa?

    Tulisan ini dimuat di rubrik Mimbar Kita, Harian Amanah pada tanggal 9 Januari 2016. Saya tayangkan di sini untuk dokumentasi. “Aku mah apa atuh, cuma selingkuhan kamu,” bocah lelaki itu menyanyi penuh percaya diri dengan iringan organ. Tontonan itu saya saksikan sewaktu mengantar putri saya ke acara teman sekolahnya di sebuah gang kecil. Mata saya menatap bocah itu. Mulut saya ternganga. Asli ternganga dalam arti yang sebenarnya! Saya pernah beberapa kali mendengar anak kecil menyanyikan lagu dangdut dewasa. Bahkan pernah mendengar anak tetangga melontarkan kalimat yang seharusnya menggambarkan hubungan khusus suami-istri sembari bernyanyi. Tapi saya tetap saja tertegun kalau mendengar ada anak-anak yang mengeluarkan kata-kata yang tak sesuai usianya. Kemudian bocah lelaki i
    Read More
  • 24

    Dec

    Setiap Ibu Berhak Bahagia

    Tulisan ini dimuat di Harian Amanah, rubrik Mimbar Kita pada 22 Desember 2015. Tulisan ini versi lengkapnya.   Hormon oxytocin menyebabkan munculnya rasa bahagia atau cinta. Pofessor Shelley Taylor, psikolog dan peneliti dari Universitas California, Los Angeles, UCLA, menemukan kaitan hormon oxytocin dalam hubungan antara bayi dan ibunya. Ketika menyusui, dalam tubuh ibu diproduksi oxytocin dalam jumlah besar. Begitu pula, dalam tubuh bayi, diproduksi hormon tersebut. Dengan demikian, interaksi antara ibu dan bayinya menjadi lebih intensif. Ibu dan bayi yang disusuinya dengan ASI, sama-sama memperoleh perasaan bahagia, kedekatan dan kemesraan. Setiap ibu berhak bahagia, apapun pilihannya. Entah itu dia memilih menjadi ibu rumah tangga tanpa karier di sektor publik ataupun memilih ber
    Read More
  • 13

    Nov

    Siapapun Bisa Hidup Zuhud

    Tulisan ini dimuat di Harian Amanah tanggal 11 November 2015. Saya tayangkan di sini sebagai dokumentasi Dalam sebuah hadits riwayat Ibnu Majah, dikisahkan: Sahl bin Sa’ad berkata, seseorang datang kepada Nabi saw. dan berkata, “Ya Rasulullah, tunjukkanlah aku amal perbuatan yang apabila aku laksanakan disukai Allah dan disukai orang-orang.” Jawab Nabi, “Zuhudlah (tidak rakus dunia), niscaya dikasihi Allah. Dan zuhudlah (jangan tamak) dari hak orang, niscaya disukai manusia.” Hadits ini secata tak langsung menunjukkan bahwa siapa pun bisa hidup zuhud. Bukan hanya orang berkekurangan, melainkan juga orang yang banyak harta. Abdurrahman bin ‘Auf adalah contoh orang berharta yang mampu hidup zuhud. Contoh kedermawanannya adalah ketika menjelang perang Tabu
    Read More
  • 7

    Nov

    Merasa Sebagai Penderita Terhebat

    Tulisan ini dimuat di Harian Amanah, 6 November 2015. Sengaja saya tayangkan di sini, sebagai dokumentasi Alkisah, terjadi percakapan-percakapan ini: Ibu A: “Saya sakit kepala, Bu. Saya baru tidur jam 1 dini hari.”Ibu B: “Ibu masih mending, saya tadi jam 3 baru bisa baring itu pun tidak bisa tidur sampai subuh.”Ibu A: “Anak saya rewel, ia lagi tidek enak badan, saya harus menggendongnya terus semalaman.” Ibu B: “Itu tidak seberapa. Kalau saya, tidak bisa sama sekali!” Ibu C: “Aduh, saya tidak bisa lama menunduk, kepala saya pasti pusing.”Ibu D: “Sama, saya juga begitu, kalau lama menunduk, kepala saya pusing.”Ibu C: “Tapi Kamu kan masih muda, saya jauh lebih tua. Saya ini tidak bisa terlalu capek, kalau sudah ca
    Read More
  • 27

    Oct

    Suap ... Oh Suap

    Tulisan ini dimuat di rubrik Mimbar Kita Harian Amanah, tanggal 24 Oktober 2015. Di-posting di sini sebagai dokumentasi Kalau ada petinggi negara yang ditangkap karena kasus suap, spontan banyak yang menghujat. Karena bagi rakyat kebanyakan, amat tak pantas orang yang bekerja untuk kesejahteraan masyarakat justru mencari keuntungan pribadi.   Namun perbuatan suap bukan hanya menyangkut uang dalam jumlah besar. Definisi suap atau sogok adalah memberikan atau menjanjikan sesuatu kepada petugas (pegawai), dengan harapan mendapatkan kemudahan dalam suatu urusan.   Pada brosur yang dikeluarkan lembaga “Saya, Perempuan Anti Korupsi” disebutkan contoh-contohnya: (1) Menyogok bagian perizinan Dinas Kesehatan agar izin praktik dokter/poliklinik segera keluar. (2) Menyelipkan
    Read More
  • 25

    Oct

    Ketika Kekerasan Anak Terhadap Anak Terjadi

    Tulisan ini dimuat di rubrik Mimbar Kita Harian Amanah (terbit di Makassar), 20 Oktober 2015. Saya posting di sini sebagai dokumentasi untuk saya Rasanya percaya tak percaya bila mendapati berita anak usia sekolah dasar bisa membunuh kawannya. Spontan teringat oleh saya film-film Amerika yang sering menampilkan adegan bully (istilah yang lazim untuk kekerasan anak kepada anak yang terjadi berulang kali), lalu sinetron-sinetron Indonesia pun demikian. Dunia nyata sekarang mirip adegan film/sinetron ataukah memang kenyataan di sekeliling kita yang dituangkan ke dalam tayangan bergambar itu? Ada yang mengatakan bully memang sudah ada sejak dulu, media – termasuk media sosial saja yang membesar-besarkannya. Tapi sebagian orang menganggap kasus bully saat ini makin marak perkem
    Read More
  • 18

    Oct

    Saatnya Hijrah Hukum Bagi Pelaku Kejahatan Seksual Pada Anak

    Tulisan ini dimuat di Harian Amanah (terbit di Makassar) edisi 17 Oktober 2015. Berdasarkan ketentuan, tulisan ini sudah menjadi milik Harian Amanah. Saya posting di sini sebagai dokumentasi saya saja. Ini naskah aslinya. Yang tampil di Harian Amanah sudah r-edit (dihilangkan satu paragraf, yaitu yang dicetak miring dan pada judulnya dihilangkan satu kata) Bagaimana perasaan kita jika mengetahui ada data yang menyebutkan bahwa di Sulawesi Selatan, sepanjang tahun 2014 diketahui ada 41 kasus kekerasan seksual pada anak. Sementara pada tahun 2015, dalam periode Januari – April saja sudah ada 34 kasus?   Saya bergidik. Mengerikan sekali. Hal ini terungkap pada acara Focus Discussion Group bertema Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak yang terselenggara berkat kerja sama IIDN (Ibu
    Read More
-

Author

Mom Blogger | Penulis Freelance | Menyukai kompetisi menulis | Kontributor pada 4 blog pribadi dan beberapa website | Senang tantangan mengirimkan tulisan ke media cetak dan berkompetisi menulis

Search

Recent Post