• 25

    Oct

    Ketika Kekerasan Anak Terhadap Anak Terjadi

    Tulisan ini dimuat di rubrik Mimbar Kita Harian Amanah (terbit di Makassar), 20 Oktober 2015. Saya posting di sini sebagai dokumentasi untuk saya Rasanya percaya tak percaya bila mendapati berita anak usia sekolah dasar bisa membunuh kawannya. Spontan teringat oleh saya film-film Amerika yang sering menampilkan adegan bully (istilah yang lazim untuk kekerasan anak kepada anak yang terjadi berulang kali), lalu sinetron-sinetron Indonesia pun demikian. Dunia nyata sekarang mirip adegan film/sinetron ataukah memang kenyataan di sekeliling kita yang dituangkan ke dalam tayangan bergambar itu? Ada yang mengatakan bully memang sudah ada sejak dulu, media – termasuk media sosial saja yang membesar-besarkannya. Tapi sebagian orang menganggap kasus bully saat ini makin marak perkem
    Read More
  • 18

    Oct

    Saatnya Hijrah Hukum Bagi Pelaku Kejahatan Seksual Pada Anak

    Tulisan ini dimuat di Harian Amanah (terbit di Makassar) edisi 17 Oktober 2015. Berdasarkan ketentuan, tulisan ini sudah menjadi milik Harian Amanah. Saya posting di sini sebagai dokumentasi saya saja. Ini naskah aslinya. Yang tampil di Harian Amanah sudah r-edit (dihilangkan satu paragraf, yaitu yang dicetak miring dan pada judulnya dihilangkan satu kata) Bagaimana perasaan kita jika mengetahui ada data yang menyebutkan bahwa di Sulawesi Selatan, sepanjang tahun 2014 diketahui ada 41 kasus kekerasan seksual pada anak. Sementara pada tahun 2015, dalam periode Januari – April saja sudah ada 34 kasus?   Saya bergidik. Mengerikan sekali. Hal ini terungkap pada acara Focus Discussion Group bertema Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak yang terselenggara berkat kerja sama IIDN (Ibu
    Read More
  • 2

    Jul

    5 Hal untuk Menjadikan Ngabuburitmu Bermanfaat

    Istilah “ngabuburit” sudah mengindonesia. Di kota tempat tinggal saya – Makassar, istilah ini sering dipakai untuk menggambarkan kegiatan/aktivitas yang dilakukan untuk menunggu waktu berbuka puasa, biasanya dilakukan di luar rumah. Yang biasanya merasa perlu ngabuburit adalah kalangan muda (menurut pengamatan saya, sih). Kalau buat ibu-ibu macam saya, waktu menjelang berbuka puasa digunakan untuk mempersiapkan penganan berbuka dan makan malam untuk semua anggota keluarga. Menjelang berbuka puasa, saya biasanya tidak bisa lagi ke mana-mana. Tapi saya memaklumi kalau ada yang merasa perlu ngabuburit, bahkan mungkin ada yang merasa wajib. Wajib? Menurut saya aneh, sih kalau sampai merasa wajib hehehe. Wajib itu kan berarti sebuah keharusan yang tidak boleh tidak dilakukan.
    Read More
  • 1

    Jul

    Kepasrahan dan Do'a Pangkal Kesehatannya

    Pada tulisan berjudul Menyongsong Ridha Ramadhan, saya bercerita tentang seseorang yang begitu gundahnya menjalani Ramadhan setiap Ramadhan dalam beberapa tahun terakhir. Seseorang yang tak mau identitasnya dibuka ini – sebut saja di Kenanga setiap Ramadhan mendapatkan ujian yang membuatnya takut menghadapi Ramadhan-Ramadhan berikutnya. Ia malah berharap andai tak ada Ramadhan, ia bisa lebih tenang. Karena kehidupannya tengah dikepung berbagai masalah dari berbagai arah. Semua rasa tak enak mengungkungnya. Bukan hanya secara jasmani. Rohaniahnya juga mengalami rasa sakit yang bertubi-tubi. Alhasil selama Ramadhan di tahun-tahun terakhir, ia menjalaninya dengan susah-payah. Fisiknya mudah sekali mengalami kelelahan yang luar biasa. Setiap harinya ia merasa dehidrasi parah. Namun kegu
    Read More
  • 25

    Jun

    Berbuka dengan yang Sederhana

    Seperti pada umumnya keluarga muslim, saya dan suami juga mengajarkan anak-anak untuk berpuasa sedini mungkin, sebisa mereka. Alhamdulillah, Affiq (14 tahun) dan Athifah (8,5 tahun) sekarang sudah terbiasa berpuasa di bulan Ramadhan sehari penuh. Si bungu Afyad (5,5 tahun) belum belajar berpuasa karena ia berbeda dengan kakak-kakaknya. Bungsuku ini anak spesial, ia lebih terlambat memahami segala sesuatunya dibandingkan anak-anak seusianya.   Setiap Ramadhan, satu-satunya yang wajib ada di rumah kami adalah teh manis hangat. Minim teh manis hangat adalah kebiasaan yang diturunkan orang tua saya sejak saya kecil dulu. Kebetulan pula saya, suami, dan ketiga anak kami alergi dengan hawa dingin. Kami tidak meminum minuman dingin, begitu pun saat puasa Ramadhan, tak ada es dalam kamus mak
    Read More
  • 23

    Jun

    Petasan Salah Waktu

    Ramadhan 1436 H ini, ada yang berbeda di kota saya. Sehari sebelum Ramadhan, suara petasan terdengar di mana-mana dari rumah kami. Walaupun tak suka dengan suara keras yang sangat mengganggu ini, namun saya berusaha memaklumi jika suara petasan hanya terdengar pada malam pergantian tahun masehi. Apa boleh buat, begini ini hidup di tengah-tengah masyarakat majemuk. Tapi kali ini berbeda. Petasan seolah menjadi barang murah meriah. Banyak sekali orang membuang-buang uangnya untuk barang ini. Sudah benar-benar mengganggu. Bunyinya bukan hanya sehari sebelum Ramadhan di kota ini. Hari pertama, kedua, dan ketiga Ramadhan bunyi petasan terdengar nyaris di setiap saat. Di pagi hari, siang hari, sore hari, menjelang buka puasa, menjelang shalat tarawih, usai shalat tarawih, menjelang sahur, dan m
    Read More
  • 21

    Apr

    Perempuan, Mari Warnai Sejarah

    Di Hari Kartini, banyak sekolah yang semarak dengan lomba busana. Busana yang dipakai anak-anak TK hingga sekolah dasar menunjukkan kekayaan budaya bangsa Indonesia, juga menunjukkan kemajuan perempuan Indonesia. Dari dulu, sejak saya masih kanak-kanak di era 80-an, yang selalu ditekankan adalah bahwa perempuan sudah tidak zamannya lagi hanya menjadi ibu rumah tangga. Perempuan sudah bisa bersaing dengan laki-laki dalam berbagai bidang. Ada yang jadi dokter, pengacara, atlet binaraga, petinju, dan lain-lain. Setidaknya, begitulah pandangan saya tentang Hari Kartini dan pesan yang disampaikannya kala itu. Kini, di saat usia saya tidak muda lagi, saya punya sudut pandang lain. Bagi saya, semua perempuan. Mau apapun posisinya, profesinya, perannya di masyarakat, semuanya punya keutamaan masi
    Read More
  • 22

    Mar

    5 Gaya Pusing Pala Ala Dija

    Selalu senang bertandang ke blog Dija. Oleh Mbak Elsa ibuk-nya Dija, blog http://princessdija.blogspot.com/ ditata dengan apik. Template-nya berkesan ceria dan hangat. Isinya tentang kegiatan dan perkembangan Dija. Saat baru berkunjung ke blog Dija, saya terharu membaca tulisan di bawah foto mendiang ibunda Dija, saya lupa berapa tahun yang lalu tepatnya. Mungkin dua atau bahkan 3 tahun lalu. Kalau tidak salah ingat sih, 3 tahun lalu waktu Dija baru berumur 2 tahun. Selalu saja saya senang melihat perkembangan Dija setiap kembali ke blog ini. Dari hari ke hari Dija makin cantik dan cerdas. Dija pun makin photogenic. Semua pose-nya, di mata saya bak model profesional saja. Entah ini bakat alami atau berkat keahlian Mbak Elsa dalam mengarahkan gaya Dija. Tidak terasa, little princess itu
    Read More
  • 4

    Mar

    Ngobrol dengan Blogger Kondang di Pantai Losari

    Bertemu blogger kondang itu rasanya sesuatu. Kalau bagi saya, seperti bertemu selebriti. Eh, benar lho, blogger kondang itu selebriti dunia maya, tepatnya di blogsphere alias jagad blogging:). Nah, karenanya saya excited ketika pada tanggal 23 Februari lalu Mak Shinta Ries mengabari sedang berada di Makassar dan menanyakan apakah kami bisa ketemuan, kalau saya sedang tak sibuk. Wiih senangnya dihubungi seorang Shinta Ries apalagi ketika kami akhirnya ditakdirkan bertemu di Pantai Losari! Tiba di Pantai Losari, saya langsung mengenali sosok seorang perempuan berjilbab pink yang bertatapan mata dengan saya. Perempuan itu sedang duduk sendiri, duduk di bagian tepi yang teduh di dekat tempat parkir. Kami sama-sama saling melempar senyum dan saling menyapa. Seperti sudah pernah bertemu saja pa
    Read More
  • 24

    Jan

    Chit Chat dengan Blogger Jakarta di Makassar

    Alhamdulillah kesampaian juga bertemu Mbak Ani Berta blogger kondang dari Jakarta ini. Mbak Ani sedang dalam perjalanan tugas-nya sebagai seorang blogger untuk sebuah perusahaan telekomunikasi. Keren sekali. Dari rumah, saya sudah mulai menyiapkan deretan pertanyaan yang saya akan tanyakan kepada Mbak Ani. Namun takdir berkata lain. Mbak Ani hanya punya waktu sedikit. Ups oke, saya yang terlambat. Lagi-lagi karena alasan urusan rumah tangga, saya datang terlambat ke Fort Rotterdam tempat di mana saya dan Mbak Ani janjian untuk bertemu. Mbak Ani mengabari bahwa jam 10 ia akan berada di Fort Rotterdam, saya baru datang pukul 10.30 lewat. Mbak Ani, seorang blogger aktif, Mas Matahari Timoer (MT), dan rombongan jurnalis yang berada di dalam proyek yang sama sedang berada di dalam Museum La
    Read More

Author

Mom Blogger | Penulis Freelance | Menyukai kompetisi menulis | Kontributor pada 4 blog pribadi dan beberapa website | Senang tantangan mengirimkan tulisan ke media cetak dan berkompetisi menulis

Search

Recent Post